Sabtu, 23 Februari 2013

OLGA SYAHPUTRA TAK HENTI MENANGIS

Olga Syahputra tak bisa menahan kesedihannya ketika mendengar sang sahabat, Raffi Ahmad, diciduk Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Minggu (27/1/2013) pagi. Olga pun menangis memikirkan nasib Raffi.
“Gue dari kemarin syuting nangis terus mikirin sahabat gue yang lagi kena masalah,” ucap Olga saat tampil live di acara musik ‘dahSyat’, Senin (28/1/2013).
Olga berharap agar masalah yang sedang dialami sahabatnya itu cepat selesai. Ia juga merasa sedikit tenang ketika tak melihat nama Raffi dari daftar lima orang pemakai narkoba yang disebutkan BNN setelah melakukan tes urine.
“Semoga semua baik-baik aja, semua Tuhan yang atur,” tambahnya.
Terhitung sejak Minggu (27/1/2013), Raffi sudah dua hari absen memandu acara musik yang turut melambungkan namanya sebagai presenter papan atas itu. Posisi Raffi pun sementara digantikan presenter lain seperti Denny Cagur.
Sementara itu, produser ‘dahSyat’ yang akrap disapa Opa, belum mau komentar terkait kasus yang menimpa Raffi. “Saya nunggu perintah atasan dulu, baru nanti bisa komentar,” ujarnya.

KASUS RAFFI AHMAD

JAKARTA,-TRANS TVR
Raffi Ahmad kini masih ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena harus menjalani pemeriksaan intensif. Ibunda Raffi, Amy Qanita pun memilih untuk menetap sementara di Hotel.

Hal itu diungkapkan Agus, asisten rumah tangga keluarga Raffi. Menurutnya, ibunda Raffi kini masih berada di hotel.
“Ibu lagi di hotel, nanti dari hotel langsung ke sini, ” ungkap Agus saat di temui di kediaman Raffi di Jalan Gunung Balong kav. VII, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2013).
Rencananya, ibunda Raffi juga semestinya berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh malam ini. Namun, kemungkinan besar hal itu urung terlaksana.
“Harusnya malam ini berangkat umroh. Cuma ada penundaan karena ada live jam 5 subuh di TV one,” jelasnya.
Keterangan tersebut sedikit berbeda dengan pernyataan kuasa hukum Raffi, Sandy Arifin. Sandy mengatakan, ibunda Raffi tetap jadi berangkat umroh pada hari ini.

ANAS ADAKAN PERTEMUAN PERS TERKAIT KASUS HAMBALANG

Jelang Jumpa Pers Anas, Wadir Eksekutif: Banyak Loyalis yang Akan Mundur
Danu Damarjati -TRANS TV


Anas Urbaningrum (Ari S/ TRANS TV) Jakarta - Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat (PD) Muhammad Rahmad menyatakan banyak loyalis Ketum Anas Urbaningrum akan mundur. Rahmad yang juga akan mundur ini menyatakan hal tersebut jelang konferensi pers Anas di Kantor DPP Partai Demokrat.

"Saya banyak terima telepon, BBM, dan SMS, tidak hanya dari Cilacap. Dari wilayah lain juga, banyak," ungkap Rahmad di depan parkir basement DPP PD, Jl Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2013).

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPC Cilacap PD Tri Dianto menyatakan mundur dari partainya. Meski demikian, dirinya menyatakan himbauan kepada para loyalis Partai Demokrat agar bertahan.

"Ini keputusan pribadi saya. Namun, saya harapkan kepada teman-teman untuk loyal kepada partai," imbau Rahmad diplomatis.

Dirinya menyatakan pembelaan terhadap Anas Urbaningrum. Menurutnya, Anas tidak bersalah. Bukti mobil Toyota Harrier yang diterima Anas disebutnya sudah dipesan sejak 12 September 2009. Waktu itu, kabinat SBY-Boediono belum dibentuk.

"Saya tak bisa mengerti kenapa itu disebut gratifikasi. Itu nggak ada urusannya sama Hambalang. Keputusan itu masalah hukum atau maslah politik?" ucapnya retoris.

Rahmad menyatakan hari ini Anas Urbaningrum akan menggelar konferensi pers terkait prahara yang menimpanya. "Yang jelas, Pak Anas jam 12.00-an akan berikan keterangan kepada teman-teman media. Ada berbagai hal penting," pungkasnya.

ANAS JADI TERSANGKA KASUS HAMBALANG

Jadi Tersangka Korupsi Hambalang, Anas Sehat & Masih Tertawa
Nur Khafifah - TRANS TV


Jakarta - Abdul Cholik, tidak melihat kesedihan ketika mengunjungi rekannya di HMI, Anas Urbaningrum setelah ditetapkan menjadi tersangka korupsi Hambalang oleh KPK. Menurutnya, Anas sehat dan masih tertawa.

"Pak Anas ada. Dia sehat, segar, semangat, masih ketawa-ketawa juga kok," ujar Abdul usai menemui Anas di rumah Anas, Jl Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (23/2/2013).

Menurut Abdul, Anas terlihat menonton televisi, membaca koran. Di rumah tersebut, ada ibu, kakak dan adik serta saudara Anas. Bahkan anak Anas juga terlihat sedang bermain.

Dalam pertemuan itu, Abdul mengaku bernostalgia dengan Anas. Namun dirinya tidak membicarakan penetapan tersangka Anas dan kasus korupsi Hambalang.

Abdul menambahkan, Anas sempat mengatakan akan menggelar jumpa pers di DPP PD. "Jam berapanya belum tahu. Mungkin bentar lagi, sekitar pukul 13.00 WIB atau pukul 14.00 WIB mungkin jumpa persnya," terangnya.

KPK Jumat (22/2/2013) malam resmi menetapkan Anas sebagai tersangka dalam kasus korupsi Hambalang. Dia dikenakan Pasal 11 atau Pasal 12 a dan Pasal 12 b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Anas diduga menerima gratifikasi terkait proyek garapan Kemenpora.